Minggu, 15 Februari 2015

Singkong Obat kanker

SINGKONG OBAT AJAIB UNTUK KANKER
by Dr. Cynthia Jayasuriya
Ini pengalaman saya sendiri, sembuh dari
kanker dengan singkong. Semoga pengalaman
ini bermanfaat untuk banyak orang.
Saya mengidap kanker kandung kemih
stadium 2, setelah tujuh tahun mengidap
kanker di urethra.
Ginjal, urethra dan sebagian dari kandung
kemih sudah diangkat. Setelah itu saya
menjalani radiasi di bagian perut.
Saya merasa sehat selama tujuh tahun. Saya
menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun.
Pada tahun ke tujuh itu, ada darah dalam
urine saya yang ternyata disebabkan oleh
berkembangnya lagi sel kanker di kandung
kemih. Kanker baru itupun diangkat lagi. Tapi
bagaimana kalau kanker itu berkembang
lagi?
Dari internet saya menemukan informasi
tentang penggunaan biji aprikot untuk
pengobatan kanker di Australia dan Amerika
tanpa kemoterapi.
Seorang dokter dari Inggris yang bertugas
di sebuah tempat terpencil di Afghanishtan
menemukan kandungan vitamin B17 dalam biji
aprikot.
Di Afghanishtan, kekayaan seseorang diukur
dari jumlah pohon aprikot yang dimilikinya.
Mereka tidak hanya makan buah aprikot,
tetapi juga bijinya. Biji aprikot memiliki
bentuk almond dan rasanya pahit.
Orang-orang dari wilayah ini tidak ada yang
menderita kanker.
Setelah diteliti, biji aprikot mengandung
vitamin B17.
Pada saat sedang dirawat karena kanker,
saya ingin tahu jenis makanan rutin kami
yang mengandung vitamin B17. Ternyata
vitamin B17 ada dalam singkong.
Jadi saya makan singkong 10 gram tiga kali
sehari.
Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, saya
melakukan pemeriksaan kandung kemih yang
dilakukan oleh doker yang menangani kanker
saya. Beliau terkejut karena kandung kemih
saya benar-benar bersih dan normal.
Selama makan singkong, saya merasa sangat
fit dan orang lainpun melihat saya sangat
sehat.
Setelah itu setiap tiga bulan saya periksa
dan hasilnya tetap bersih. Sejak itu saya
hanya makan singkong dan tidak menjalani
pengobatan lainnya.
Secara sederhana, cara kerja singkong sbb:
Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline.
Sel kanker adalah sel yang belum matang
dan memiliki enzym yang berbeda dengan
enzym normal.
Ketika vitamin B17 digabungkan dengan
enzyme sel normal, B17 akan terurai menjadi
3 jenis gula.
Tetapi ketika tergabung dengan enzyme sel
kanker, B17 terurai menjadi 1 gula, 1
benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam
hidrosianik inilah yang membunuh sel kaker
secara lokal.
Biji aprikot dan singkong sama-sama
mengandung vitamin B17.
Setelah saya menulis artikel sebelumnya pada
tahun 2010, saya menerima beberapa
informasi dari pasien kanker yang juga
mengkonsumsi singkong.
Mr. Pereira, pria berusia 70 tahun,
terdiagnosis mengidap kanker prostat.
Istrinya yang seorang pensiunan di rumah
sakit kebetulan membaca artikel saya.
Mereka tidak punya dana untuk biaya
pengobatan kanker dan suntikan yang
diberikan membuat Mr. Pereira sangat
lemah.
Istrinya memberikan singkong kepada Mr.
Pereira.
Setelah mengkonsumsi singkong selama
seminggu, kondisinya mulai membaik. Dan
setelah sebulan makan singkong setiap pagi,
dia menjalani pemeriksaan.
Sejak terdiagnosis kanker, hasil test PSA nya
280 – 290. Tetapi setelah sebulan PSA nya
menjadi 5.89!
Mereka mengunjungi saya untuk
memperlihatkan hasil test sebelum dan
sesudah mengkonsumsi singkong.
Mr. Pereira sudah tidak merasakan lagi
gejala kanker.
Ada seorang pria lain yang mengidap kanker
hati dan sudah menjalani operasi. Tapi dari
hasil MRI scan berikutnya, ternyata masih
ada sel kanker yang belum terangkat.
Dia mulai makan singkong setelah operasi.
Sebulan setelah makan singkong, dokter
mengatakan tidak perlu dilakukan operasi
lagi karena dari MRI scan, sel kanker itu
tidak membesar.
Jadi kenapa tidak mencoba singkong?
Singkong murah, mudah didapat, mudah
memasaknya dan sangat lezat.
Caranya sangat mudah:
1. Pilih singkong yang segar, yang tidak ada
noda biru.
2. Rebus dan jangan tutup panci selama
memasak. Ini akan membantu menguapkan
kelebihan asam hidrosianik.
3. Jangan mengkonsumsi makanan yang
mengandung jahe/ginger, seperti biskuit
jahe, ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam
setelah mengkonsumi singkong.
Semoga bermanfaat..!
====
notes :
Ternyata inilah rahasia kenapa orang kita
jaman dahulu jarang ada yang kena penyakit
kanker.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda